Jennie BLACKPINK Dihujat Usai Kenakan Lingerie Saat Tampil di Panggung
Rumpi Tetangga – Jennie BLACKPINK kembali menjadi pusat perhatian setelah tampil bersama Tame Impala dalam konser yang digelar di Boston, Amerika Serikat, pada 29 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, keduanya membawakan lagu kolaborasi berjudul Dracula. Namun, bukan hanya penampilan musik mereka yang menjadi perbincangan. Kostum panggung Jennie berupa lingerie vintage dari Chanel langsung memicu perdebatan di berbagai platform media sosial. Sebagian penggemar memuji keberaniannya dalam bereksperimen dengan fashion, sedangkan sebagian lainnya menganggap pilihan busana tersebut terlalu terbuka. Perbedaan pendapat itu memperlihatkan bagaimana setiap penampilan seorang idola global selalu mendapat perhatian luas. Di era media sosial, satu momen di atas panggung dapat dengan cepat menjadi topik diskusi internasional.
Kostum Vintage Chanel Memancing Pro dan Kontra
Pilihan busana Jennie dianggap sebagai bagian dari konsep artistik pertunjukan. Lingerie vintage Chanel yang dikenakannya dipadukan dengan aksesori panggung sehingga menciptakan tampilan yang glamor sekaligus modern. Banyak penggemar menilai kostum tersebut mencerminkan identitas fashion Jennie yang selama ini dikenal berani dan elegan. Selain itu, sejumlah warganet berpendapat bahwa kostum panggung tidak dapat disamakan dengan pakaian sehari-hari. Mereka melihat busana tersebut sebagai bagian dari ekspresi seni yang mendukung penampilan di atas panggung. Meski demikian, kritik tetap bermunculan. Sebagian netizen merasa pilihan outfit tersebut melewati batas dan kurang sesuai dengan ekspektasi mereka terhadap seorang idola K-Pop yang memiliki pengaruh besar di kalangan penggemar muda.
Penggemar Beri Dukungan kepada Jennie
Di tengah kritik yang bermunculan, dukungan terhadap Jennie juga mengalir deras. Banyak penggemar menyatakan bahwa penyanyi tersebut berhak menentukan konsep penampilannya sendiri tanpa harus selalu mengikuti ekspektasi publik. Mereka menilai Jennie telah menunjukkan profesionalisme selama konser berlangsung dan tampil percaya diri membawakan lagu bersama Tame Impala. Selain itu, sejumlah penggemar mengingatkan bahwa dunia hiburan internasional memiliki standar artistik yang berbeda dengan setiap budaya. Oleh karena itu, mereka berharap publik dapat melihat penampilan Jennie sebagai bagian dari pertunjukan, bukan sekadar menilai dari pilihan busananya. Dukungan tersebut kembali menunjukkan loyalitas penggemar BLACKPINK yang terus membela idolanya dalam berbagai situasi.
Baca Juga : Ruben Onsu Bantah Idap HIV, Hasil Tes Laboratorium Tunjukkan Non-Reaktif
Kritik Datang dari Pilihan Outfit yang Dianggap Terlalu Terbuka
Di sisi lain, kritik terhadap Jennie sebagian besar berfokus pada kostum yang dikenakannya. Beberapa warganet berpendapat bahwa lingerie merupakan pakaian dalam sehingga kurang tepat digunakan sebagai kostum utama di atas panggung. Ada pula yang menyarankan agar tim stylist Jennie mempertimbangkan konsep busana yang tetap elegan tanpa memicu kontroversi serupa. Meski begitu, kritik tersebut lebih banyak bersifat opini pribadi dibanding penilaian terhadap kualitas penampilannya sebagai penyanyi. Fenomena ini memperlihatkan bahwa dunia hiburan modern tidak hanya dinilai melalui karya, tetapi juga melalui pilihan visual yang menyertainya. Setiap keputusan fashion kini dapat memengaruhi persepsi publik dalam waktu yang sangat singkat.
Tudingan Lipsync Ikut Memanaskan Perdebatan
Selain membahas kostum panggung, sebagian warganet juga menyoroti penampilan Jennie karena diduga melakukan lipsync saat membawakan lagu Dracula. Potongan video yang beredar di media sosial memperlihatkan Jennie lebih banyak bergerak dan menari ketika vokal tetap terdengar stabil. Akibatnya, muncul berbagai spekulasi mengenai penggunaan backing track atau sinkronisasi suara selama konser berlangsung. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Jennie maupun penyelenggara konser terkait tudingan tersebut. Di industri musik internasional sendiri, penggunaan backing vocal atau trek pendukung bukanlah hal yang asing, terutama dalam pertunjukan yang mengutamakan koreografi intens dan produksi panggung berskala besar.
Popularitas Jennie Membuat Setiap Langkahnya Disorot
Sebagai salah satu anggota BLACKPINK, Jennie memang menjadi figur publik yang selalu menarik perhatian media internasional. Kariernya di dunia musik, fashion, hingga industri hiburan membuat setiap aktivitasnya mudah menjadi viral. Selain aktif sebagai penyanyi, Jennie juga dikenal sebagai ikon mode yang sering bekerja sama dengan berbagai rumah mode ternama dunia. Karena itulah, setiap perubahan gaya berpakaian maupun konsep panggung sering memicu diskusi di kalangan penggemar dan pengamat industri fashion. Popularitas tersebut membawa keuntungan besar bagi citra globalnya, tetapi di saat yang sama juga membuat setiap keputusan pribadi selalu berada di bawah sorotan publik.
Fashion Panggung dan Ekspresi Artistik Terus Menjadi Perdebatan
Kontroversi yang melibatkan Jennie kembali memunculkan diskusi mengenai batas antara ekspresi artistik dan ekspektasi publik. Di industri hiburan global, kostum panggung sering dirancang untuk mendukung konsep pertunjukan sekaligus memperkuat karakter seorang artis. Namun, interpretasi terhadap busana tersebut dapat berbeda di setiap negara maupun budaya. Oleh sebab itu, perdebatan mengenai fashion panggung hampir selalu muncul ketika seorang artis memilih konsep yang tidak biasa. Dalam konteks ini, penampilan Jennie memperlihatkan bahwa seni pertunjukan dan mode memiliki hubungan yang sangat erat, tetapi tetap terbuka terhadap berbagai sudut pandang dari masyarakat.
Kontroversi Tidak Mengurangi Pengaruh Jennie di Industri Hiburan
Meski menuai pro dan kontra, Jennie tetap menjadi salah satu ikon K-Pop dengan pengaruh global yang sangat besar. Kehadirannya di atas panggung bersama Tame Impala menunjukkan kemampuannya menjangkau pasar musik internasional melalui berbagai kolaborasi lintas genre. Di sisi lain, kontroversi yang muncul justru memperlihatkan besarnya perhatian publik terhadap setiap langkah yang diambilnya. Selama karya musik dan penampilan panggung tetap mendapat apresiasi, Jennie diperkirakan akan terus menjadi salah satu figur paling berpengaruh di industri hiburan dunia. Pada akhirnya, perdebatan mengenai kostum maupun gaya tampil menjadi bagian dari dinamika yang hampir selalu mengikuti perjalanan karier seorang bintang internasional.


