Hot Topic
Infotaiment
beritaselebriti, BeritaTerbaruIndonesia, IsuMediaSosial, IsuViral2026, klarifikasipublik, KontroversiSelebgram, KontroversiTaqyMalik, PolisiArabSaudi, RandyPermana, SedekahMakanan, TaqyMalik, TaqyMalikArabSaudi, TKIArabSaudi, WakafAlquran, YouTuberIndonesia
Rumpi Tetangga
0 Comments
Taqy Malik Disebut Pernah Jadi Target Aparat Saudi Usai Konten Sedekah Makanan
Rumpi Tetangga – YouTuber Taqy Malik kembali menjadi sorotan setelah muncul tudingan bahwa dirinya sempat menjadi incaran aparat kepolisian Arab Saudi pada 2025. Isu tersebut mencuat setelah pernyataan yang disampaikan oleh rekannya, Randy Permana, kepada awak media pada Sabtu (14/2/2026).
Menurut Randy, persoalan itu bermula dari konten sedekah makanan yang diunggah Taqy melalui fitur Instagram Story. Unggahan tersebut kemudian disebut menarik perhatian aparat intelijen di Madinah. Situasi ini pun memicu spekulasi luas di media sosial, terutama karena lokasi pembagian makanan berada di area Masjid Quba, salah satu tempat ibadah bersejarah di Arab Saudi.
Isu ini kembali membuka diskusi tentang batasan konten filantropi di ruang publik digital, terutama ketika dilakukan di wilayah dengan regulasi ketat seperti Arab Saudi.
Konten Sedekah Makanan Jadi Awal Mula Sorotan
Randy Permana menjelaskan bahwa unggahan sedekah makanan tersebut diduga memicu perhatian aparat setempat. Ia menyebut bahwa pembagian makanan di area sekitar Masjid Quba menimbulkan persoalan karena sebagian makanan diduga dibuang.
Menurut penuturannya, makanan yang dibagikan kemungkinan tidak sesuai dengan selera sebagian jemaah, sehingga tidak dikonsumsi dan justru meninggalkan sampah di sekitar area masjid. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu kebersihan lingkungan tempat ibadah.
Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Arab Saudi terkait tudingan tersebut. Informasi yang beredar sejauh ini bersumber dari pengakuan pihak ketiga. Oleh sebab itu, publik masih menunggu klarifikasi lebih lanjut untuk memastikan duduk perkara secara menyeluruh.
Baca Juga : Pesulap Merah Ngamuk, Istri Kedua Dituduh Pelakor: Klarifikasi yang Bikin Warganet Terdiam
Viral di Media Sosial dan Dugaan Pelacakan Aparat
Lebih lanjut, Randy mengungkapkan bahwa konten tersebut sempat viral di media sosial. Ia menyebut aparat setempat disebut telah mengantongi bukti digital terkait aktivitas tersebut.
Karena unggahan telah tersebar luas, Randy menilai proses pelacakan menjadi lebih mudah dilakukan. Ia bahkan menyebut kemungkinan penggunaan data biometrik visa untuk menelusuri identitas pihak yang bersangkutan. Namun, pernyataan ini belum dikonfirmasi oleh otoritas resmi Arab Saudi.
Di tengah berkembangnya isu tersebut, Taqy Malik disebut jarang lagi mengunggah konten sedekah makanan di akun media sosialnya. Perubahan pola unggahan itu turut memicu spekulasi warganet, meskipun tidak ada pernyataan langsung dari Taqy terkait alasan di baliknya.
Kontroversi Wakaf Alquran Turut Disorot
Selain isu sedekah makanan, Randy Permana juga menyinggung dugaan aktivitas lain yang melibatkan Taqy Malik pada 2025, yakni program wakaf Alquran di Tanah Suci. Dalam pernyataannya, Randy menyebut adanya perbedaan harga mushaf yang dijual kepada jemaah dibandingkan harga pasaran di Arab Saudi.
Ia menjelaskan bahwa harga mushaf di Arab Saudi umumnya sekitar 40 Riyal atau setara Rp180.000. Sementara itu, Taqy disebut menjualnya dengan harga 80 Riyal atau sekitar Rp330.000 kepada pihak yang ingin mewakafkan.
Randy menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa langsung dikategorikan sebagai penipuan. Namun, ia menilai nominal wakaf yang dibayarkan jemaah tidak sepenuhnya mencerminkan harga sebenarnya dari mushaf yang disalurkan.
Alasan Pengungkapan dan Dampak ke Komunitas
Randy Permana mengaku memutuskan untuk membuka persoalan tersebut karena merasa dirugikan, baik secara pribadi maupun dalam lingkup komunitas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Ia menyebut bahwa kondisi tersebut sempat memengaruhi hubungan sosial di komunitas setempat.
Menurut pengakuannya, upaya untuk memberikan nasihat tidak diterima dengan baik. Ia bahkan mengaku sempat disindir melalui Instagram Story dan di-unfollow oleh Taqy Malik. Selain itu, Randy juga menyatakan dirinya menerima kritik dari sebagian komunitas Indonesia di Arab Saudi.
Ia menambahkan bahwa sebagai individu yang menetap dan bekerja di Tanah Suci, dirinya merasa berkewajiban menjaga kenyamanan komunitas. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya ketegangan personal yang kemudian berkembang menjadi isu publik.
Belum Ada Klarifikasi Resmi dari Pihak Taqy Malik
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari Taqy Malik terkait tudingan yang disampaikan oleh Randy Permana. Absennya klarifikasi langsung membuat ruang diskusi publik dipenuhi spekulasi.
Dalam situasi seperti ini, penting untuk menunggu konfirmasi dari pihak terkait maupun otoritas resmi agar informasi yang beredar tetap akurat dan berimbang. Isu yang menyangkut aktivitas di negara lain, khususnya di kawasan dengan regulasi ketat, tentu memerlukan kehati-hatian dalam penyampaian.
Perkembangan selanjutnya mengenai kasus ini masih dinantikan. Publik berharap adanya klarifikasi terbuka guna meluruskan berbagai tudingan yang beredar serta menjaga transparansi di ruang digital.


